Ubisoft Restrukturisasi Lagi, Ratusan Karyawan Berisiko Terdampak

Ubisoft Restrukturisasi Lagi, Ratusan Karyawan Berisiko Terdampak

Alko Magazine  Ubisoft kembali melakukan restrukturisasi besar yang mencakup sejumlah studio dan divisi di berbagai negara. Langkah ini meliputi penutupan studio, pengurangan karyawan, serta perubahan fokus pengembangan di beberapa tim internal.

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan masih berupaya menata ulang operasionalnya setelah menghadapi berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir. Ubisoft sebelumnya telah memangkas sekitar seribu karyawan dalam satu tahun terakhir sebagai bagian dari strategi efisiensi.

“Baca Juga: Persona 6 Dirumorkan Rilis pada 2027, Atlus Belum Konfirmasi”

Penurunan nilai perusahaan dan performa beberapa game yang tidak memenuhi ekspektasi menjadi faktor utama di balik kebijakan tersebut. Kini, publisher asal Prancis itu kembali mengambil langkah besar untuk menyederhanakan struktur organisasi dan memperkuat fondasi bisnis mereka.

Melalui pengumuman internal kepada karyawan, Ubisoft menjelaskan bahwa restrukturisasi dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional. Perusahaan juga ingin mengurangi biaya dan memastikan sumber daya dapat difokuskan pada proyek yang memiliki prioritas tinggi.

Keputusan tersebut menjadi salah satu perubahan organisasi terbesar Ubisoft dalam beberapa tahun terakhir. Dampaknya diperkirakan akan dirasakan oleh ratusan karyawan di berbagai studio dan divisi.

Ubisoft Tutup Studio Winnipeg dan Belgrade

Sebagai bagian dari restrukturisasi terbaru, Ubisoft mengonfirmasi penutupan dua studio mereka yang berada di Winnipeg dan Belgrade. Penutupan ini dilakukan setelah perusahaan mengevaluasi portofolio proyek yang sedang berjalan.

Studio Winnipeg menjadi salah satu unit yang terdampak langsung oleh keputusan tersebut. Berdasarkan informasi yang diperoleh Insider Gaming, sekitar 65 karyawan di studio tersebut akan terkena dampak seiring penghentian operasional.

Sementara itu, studio Ubisoft Belgrade juga akan ditutup. Sekitar 100 karyawan disebut terdampak oleh keputusan tersebut. Hingga kini, Ubisoft belum menjelaskan secara rinci mengenai proses transisi bagi para pekerja yang terkena dampak.

Selain menutup dua studio, Ubisoft juga mulai melakukan konsultasi terkait restrukturisasi studio mereka di Barcelona. Studio tersebut nantinya akan lebih difokuskan untuk mendukung aktivitas pengembangan yang berkaitan dengan Rainbow Six.

Perubahan ini menunjukkan bahwa Ubisoft ingin mengonsolidasikan sumber daya mereka pada proyek-proyek yang dianggap strategis. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi di tengah kondisi industri yang semakin kompetitif.

Fokus Pengembangan Beralih ke Rainbow Six dan Divisi Prioritas

Restrukturisasi Ubisoft tidak hanya terjadi pada tingkat studio. Perusahaan juga melakukan perubahan pada organisasi publishing global mereka untuk mengubah cara tim disusun dan didistribusikan.

Ubisoft menyebut perubahan ini bertujuan untuk menciptakan struktur yang lebih sederhana dan fleksibel. Dengan demikian, perusahaan dapat merespons perubahan pasar dengan lebih cepat.

Studio Barcelona menjadi salah satu contoh perubahan fokus tersebut. Tim di studio itu akan lebih banyak menangani proyek yang berkaitan dengan franchise Rainbow Six, termasuk kemungkinan dukungan terhadap pengembangan dan operasional game yang sudah berjalan.

Menurut laporan Insider Gaming, sekitar 51 karyawan di Ubisoft Barcelona berpotensi terdampak oleh proses restrukturisasi tersebut. Selain itu, sekitar 120 posisi dari tim Rainbow Six Siege juga disebut mengalami pengurangan.

Di sisi lain, divisi publishing Ubisoft di San Francisco turut mengalami PHK. Namun, hingga saat ini perusahaan belum mengungkap jumlah pasti karyawan yang terdampak.

Perubahan organisasi ini memperlihatkan bahwa Ubisoft tengah meninjau kembali prioritas bisnis dan pengembangan game mereka. Perusahaan tampaknya ingin memusatkan investasi pada proyek yang memiliki potensi pertumbuhan lebih besar.

Ratusan Karyawan Berpotensi Terdampak Restrukturisasi

Ubisoft memperkirakan hingga 380 karyawan dapat terdampak oleh gelombang restrukturisasi terbaru ini. Namun, jumlah akhir masih dapat berubah karena beberapa proses konsultasi dan evaluasi masih berlangsung.

Angka tersebut mencakup berbagai studio dan divisi yang tersebar di beberapa negara. Sebagian besar dampak berasal dari penutupan studio, pengurangan tim, serta perubahan fokus pengembangan.

Bagi industri game, langkah Ubisoft bukanlah kasus yang berdiri sendiri. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan game besar melakukan PHK dan restrukturisasi untuk menyesuaikan diri dengan perubahan pasar.

Meningkatnya biaya pengembangan game, perubahan perilaku konsumen, serta persaingan yang semakin ketat menjadi tantangan utama bagi banyak publisher. Kondisi ini memaksa perusahaan untuk meninjau kembali strategi bisnis mereka.

Ubisoft menjadi salah satu perusahaan yang paling aktif melakukan penyesuaian dalam periode tersebut. Mereka terus mengevaluasi proyek, mengurangi biaya operasional, dan menyusun ulang organisasi agar dapat bertahan dalam jangka panjang.

“Baca Juga: Apple Siapkan MacBook Layar Sentuh, Peluncuran Kian Dekat”

Ubisoft Masih Berupaya Menata Ulang Bisnis untuk Masa Depan

Restrukturisasi terbaru kembali menunjukkan tantangan besar yang sedang dihadapi Ubisoft. Perusahaan masih berusaha menstabilkan bisnis di tengah tekanan pasar dan perubahan kondisi industri game global.

Melalui penutupan studio, pengurangan karyawan, serta perubahan fokus pengembangan, Ubisoft berharap dapat membangun struktur yang lebih efisien. Langkah tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing perusahaan pada masa mendatang.

Meski demikian, kebijakan seperti ini tentu membawa dampak besar bagi para karyawan yang terdampak. Gelombang PHK dan restrukturisasi masih menjadi isu sensitif yang terus membayangi industri game dalam beberapa tahun terakhir.

Hingga saat ini, Ubisoft belum memberikan informasi tambahan mengenai kemungkinan restrukturisasi lanjutan. Namun, perusahaan menegaskan bahwa mereka akan terus mengevaluasi proyek dan operasional untuk memastikan bisnis tetap berjalan secara berkelanjutan.

Ke depan, perhatian publik akan tertuju pada kemampuan Ubisoft dalam memulihkan performa perusahaan. Keberhasilan strategi baru mereka akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah bisnis dan pengembangan game Ubisoft pada tahun-tahun berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *