Alko Magazine – Band indie pop asal Bogor, Starrducc, resmi merilis mini album terbaru bertajuk Starrducc III pada 19 Desember 2025. Rilisan ini diluncurkan melalui label musik independen Jepang, P-VINE Records. Peluncuran tersebut menandai kelanjutan kolaborasi internasional Starrducc setelah dua single sebelumnya. Hujan Poyan dan Garis Edar menjadi pengantar arah musikal EP ini. Starrducc III hadir sebagai karya yang merangkum fase emosional baru dalam perjalanan band. Mini album ini memperkuat posisi Starrducc di skena musik independen Asia. Kehadiran label Jepang juga membuka akses distribusi yang lebih luas.
“Baca Juga: Hutan Amazon Masuki Iklim Hipertropis Pertama dalam 10 Juta”
Enam Lagu Dream Pop dengan Sentuhan Bossanova dan Jazz
Starrducc III memuat enam lagu yang dirancang untuk menciptakan pengalaman mendengarkan yang imersif. Band ini memadukan dream pop dengan sentuhan bossanova dan jazz. Aransemen tersebut menghasilkan nuansa pop romantis yang mengawang. Musiknya terasa dingin, menenangkan, namun menyimpan kesan kesepian. Bassist Starrducc, Adji, menyebut materi kali ini lebih dreamy. Ia menilai lagu-lagu tersebut cocok menemani perjalanan liburan Natal dan tahun baru. Pendekatan ini menunjukkan eksplorasi musikal yang lebih matang. Starrducc mencoba menjaga keseimbangan antara melodi lembut dan atmosfer luas.
Lirik Personal tentang Cinta dan Kehilangan
Secara tematik, Starrducc III mengeksplorasi cinta, kehilangan, dan emosi yang berada di antaranya. Vokalis Mirakei menggambarkan EP ini seperti badai yang akhirnya reda. Menurutnya, ketenangan itu tetap meninggalkan jejak emosional. Salah satu penggalan lirik Hujan Poyan merangkum pesan utama album. Lagu tersebut menyoroti beratnya menjalani hari setelah kehilangan orang tercinta. Seluruh lirik ditulis oleh Adji dengan pendekatan reflektif. Pendekatan ini menjadikan Starrducc III sebagai salah satu rilisan paling personal band. Emosi disampaikan secara atmosferik tanpa berlebihan.
Proses Produksi Daring hingga Rekaman Mandiri
Proses kreatif Starrducc III berlangsung lintas kota dengan memanfaatkan komunikasi daring. Andreas dan Bani mengerjakan pencarian nada di Bogor. Setelah Adji mengirim draf lirik, workshop kecil dilakukan secara intens. Andreas menjelaskan mereka menghasilkan enam demo lagu awal. Demo tersebut kemudian dibahas bersama seluruh personel. Penyesuaian nada vokal Mirakei dan pola drum Daniel dilakukan bersama. Setelah semua sepakat, band melanjutkan ke tahap rekaman. Rekaman berlangsung selama sepekan di rumah sewaan. Starrducc menggunakan peralatan rekaman milik sendiri. Proses ini dibantu Nabil Hatomi sebagai perekam dan pengarah vokal. Penyuntingan dilakukan oleh Muhamad Nurdin. Ayu Muthia Zahra turut mengisi vokal latar.
“Baca Juga: Firefox Didorong Jadi Browser AI oleh CEO Baru Mozilla”
Identitas Visual, Lagu Favorit, dan Rencana Tur 2026
Mirakei menyebut lagu Kamboja sebagai trek favoritnya di EP ini. Ia menggambarkan lagu tersebut sebagai pelepasan emosi yang lama terpendam. Perasaan cemas hadir, tetapi berakhir menenangkan. Dari sisi visual, Starrducc kembali bekerja sama dengan Catarina Prasetyo Putri. Ilustrasi sampul dibuat menggunakan medium cat air. Karakter bebek kembali hadir sebagai ciri khas visual Starrducc. Mirakei mengatakan Catarina memahami identitas band secara mendalam. Starrducc III tersedia di seluruh platform streaming digital sejak 19 Desember 2025. Setelah perilisan, band berencana merilis video live session. Video tersebut menampilkan seluruh lagu dari EP. Starrducc juga menyiapkan tur Wisata Garis Edar di Jawa pada Januari 2026. Tur ini diharapkan mempertemukan langsung band dengan pendengar setianya.




Leave a Reply