Alko Magazine – Isu dampak lingkungan dari pusat data kecerdasan buatan kembali menjadi sorotan global. Konsumsi listrik dan air dalam skala besar untuk melatih model AI dinilai berkontribusi pada krisis lingkungan. Di tengah kritik tersebut, CEO OpenAI Sam Altman menyampaikan pembelaan yang justru memicu kontroversi. Pernyataan itu dilontarkan dalam forum internasional dan segera menuai respons keras dari komunitas teknologi.
“Baca Juga: WhatsApp Tes Fitur Spoiler, Sembunyikan Isi Pesan Manual”
Sam Altman Sampaikan Pernyataan Kontroversial di KTT India-AI Impact 2026
Sam Altman menyampaikan pandangannya saat menjadi pembicara di acara Express Adda. Forum tersebut digelar di sela Konferensi Tingkat Tinggi India-AI Impact 2026 di New Delhi. Dalam kesempatan itu, Altman menilai kritik terhadap konsumsi energi AI sering kali tidak seimbang. Ia menyebut publik hanya menyoroti listrik pusat data tanpa membandingkannya dengan biaya energi manusia.
Altman berargumen bahwa proses mencetak manusia cerdas juga membutuhkan energi besar. Menurutnya, energi tersebut berasal dari makanan yang dikonsumsi manusia selama puluhan tahun. Pernyataan ini langsung menarik perhatian peserta forum. Isu lingkungan dan AI memang menjadi topik sensitif dalam beberapa tahun terakhir.
Analogi Energi AI Disamakan dengan Konsumsi Makanan Manusia
Dalam pemaparannya, Altman menyetarakan pelatihan model AI dengan proses perkembangan manusia. Ia menyebut manusia membutuhkan waktu sekitar 20 tahun dan seluruh makanan yang dikonsumsi selama periode itu. Menurut Altman, energi tersebut jarang diperhitungkan dalam perdebatan publik. Ia menilai perbandingan tersebut penting untuk menilai efisiensi AI secara adil.
Altman menyatakan bahwa jika dihitung per unit pemrosesan informasi, AI bisa jadi lebih efisien. Ia berpendapat AI mungkin telah menyamai atau melampaui efisiensi otak manusia. Pernyataan ini disampaikan untuk membela penggunaan energi ChatGPT. Namun analogi tersebut justru memicu polemik luas.
Bantahan Altman soal Konsumsi Listrik dan Air ChatGPT
Selain soal listrik, Altman juga menyinggung isu konsumsi air pusat data. Ia secara tegas membantah klaim bahwa satu kueri ChatGPT setara dengan 1,5 kali pengisian baterai iPhone. Menurutnya, angka tersebut tidak masuk akal dan tidak berdasar. Altman menyebut klaim itu sebagai informasi keliru.
Ia juga menepis kabar bahwa satu kueri ChatGPT membutuhkan hingga 17 galon air. Altman menyatakan tuduhan tersebut tidak benar sama sekali. Ia menjelaskan banyak pusat data modern mulai meninggalkan sistem pendingin evaporasi. Industri teknologi, menurutnya, sedang bergerak ke sistem yang lebih efisien.
Altman menekankan pentingnya transisi energi bersih. Ia mendorong investasi pada energi nuklir, angin, dan surya. Menurutnya, solusi jangka panjang bukan menghentikan AI, melainkan membersihkan sumber energinya.
Kritik Pakar Teknologi Muncul di Media Sosial
Pernyataan Altman tidak meredakan kritik publik. Sebaliknya, respons keras muncul di media sosial X. Sejumlah pakar teknologi dan praktisi AI menyebut analogi tersebut menyesatkan. Mereka menilai perbandingan manusia dan mesin tidak relevan secara ilmiah.
Banyak pengamat menilai Altman gagal memahami konteks ekologis. Konsumsi energi AI dianggap bersifat terpusat dan intensif. Sementara energi manusia tersebar secara alami dalam sistem biologis. Kritik ini menyebar luas dan menjadi perdebatan global.
“Baca Juga: Partai Buruh Korea Utara Kembali Tetapkan Kim Jong-un”
Hitungan Matematis Ungkap Kesenjangan Energi Manusia dan AI
Sejumlah netizen kemudian memaparkan hitungan matematis. Rata-rata manusia mengonsumsi sekitar 2.000 kalori per hari. Jika dikalkulasikan selama 20 tahun, total energi tersebut setara sekitar 17 Megawatt-jam. Angka ini mencakup seluruh kebutuhan energi biologis manusia.
Sebagai perbandingan, pelatihan satu model AI besar seperti GPT-4 diperkirakan membutuhkan sekitar 50 Gigawatt-jam. Angka tersebut setara dengan konsumsi energi ribuan manusia. Seorang praktisi menyebut energi itu setara dengan konsumsi 3.000 manusia selama 20 tahun.
Kritik tajam pun bermunculan dari kalangan pengembang AI. Mereka menyebut pernyataan Altman tidak sensitif dan keliru secara strategis. Perdebatan ini mempertegas bahwa isu lingkungan dan AI masih jauh dari selesai. Industri teknologi kini berada di bawah tekanan untuk transparan dan bertanggung jawab.




Leave a Reply