PlayStation Refund Gamer Highguard Usai Server Ditutup

PlayStation Refund Gamer Highguard Usai Server Ditutup

Alko Magazine  Highguard pertama kali diperkenalkan pada The Game Awards 2025 yang berlangsung pada 11 Desember. Game ini kemudian resmi diluncurkan pada 26 Januari 2026. Namun, masa hidupnya terbilang sangat singkat. Studio pengembang, Wildlight Entertainment, menutup server game tersebut pada 12 Maret 2026. Dengan demikian, Highguard hanya bertahan sekitar 45 hari sejak perilisan.

Game ini dirilis sebagai judul free-to-play untuk PS5, Xbox Series X/S, dan PC. Meski gratis dimainkan, Highguard tetap menawarkan microtransaction berupa item kosmetik. Pemain dapat membeli berbagai item untuk mempercantik karakter mereka dalam game. Namun, penutupan server membuat seluruh pembelian tersebut kehilangan nilai. Para pemain tidak lagi memiliki akses terhadap konten yang telah mereka beli.

“Baca Juga: NVIDIA Jelaskan DLSS 5, CEO Sebut Kritik Gamer Keliru”

Pembelian Microtransaction Jadi Sorotan Usai Penutupan Server Game

Penutupan server Highguard memicu kekecewaan di kalangan pemain. Banyak pemain merasa uang yang telah mereka keluarkan menjadi sia-sia. Hal ini terjadi karena seluruh item kosmetik tidak lagi dapat digunakan. Situasi ini kembali memunculkan perdebatan tentang model bisnis microtransaction dalam game online.

Game berbasis layanan sering kali bergantung pada server aktif untuk mempertahankan akses pemain. Ketika server ditutup, seluruh progres dan pembelian biasanya ikut hilang. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang perlindungan konsumen di industri game. Para pemain mulai mempertanyakan jaminan atas pembelian digital mereka.

PlayStation Mulai Berikan Refund Otomatis kepada Sebagian Pemain

Di tengah situasi tersebut, PlayStation tampaknya mengambil langkah proaktif. Sejumlah laporan menunjukkan adanya pengembalian dana kepada pemain tertentu. Seorang pengguna Reddit membagikan tangkapan layar yang memperlihatkan refund sebesar 60,38 dolar AS. Dana tersebut masuk langsung ke akunnya tanpa permintaan sebelumnya.

Pengguna tersebut mengaku tidak mengajukan permintaan refund secara manual. Hal ini mengindikasikan bahwa pengembalian dana dilakukan secara otomatis oleh pihak PlayStation. Langkah ini mendapat perhatian dari komunitas karena dianggap sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pemain. Namun, belum ada pernyataan resmi mengenai kebijakan tersebut secara luas.

Belum Ada Tanda Refund di Xbox dan PC Hingga Pertengahan Maret 2026

Berbeda dengan PlayStation, belum ada laporan serupa dari platform lain. Pemain di Xbox Series X/S dan PC belum menerima pengembalian dana. Seorang pengguna lain menanggapi laporan tersebut dengan menyebut bahwa di Steam belum ada perkembangan. Hal ini memicu pertanyaan mengenai kemungkinan kebijakan serupa dari Microsoft.

Ketidakjelasan ini membuat pemain di platform lain merasa tidak mendapat perlakuan yang sama. Perbedaan kebijakan antar platform menjadi sorotan dalam komunitas. Banyak pemain berharap adanya langkah serupa dari penyedia layanan lainnya. Hingga pertengahan Maret 2026, situasi tersebut masih belum berubah.

“Baca Juga: Penjualan Resident Evil Requiem Capai 6 Juta Cepat”

Lonjakan dan Penurunan Pemain Highguard Sebelum Penutupan Server

Sebelum ditutup, Highguard sempat mencatatkan pencapaian yang cukup besar. Wildlight Entertainment mengungkapkan bahwa game tersebut berhasil menarik lebih dari dua juta pemain. Angka ini mencakup seluruh platform sejak peluncuran. Di Steam, game ini bahkan mencatat hampir 100.000 pemain aktif secara bersamaan saat awal rilis.

Namun, popularitas tersebut tidak bertahan lama. Jumlah pemain mengalami penurunan drastis dalam waktu singkat. Menjelang penutupan server, hampir tidak ada pemain yang tersisa. Penurunan ini menjadi salah satu faktor yang diduga mempengaruhi keputusan penutupan. Ke depan, kasus Highguard menjadi contoh penting bagi industri game berbasis layanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *