Alko Magazine – Perseteruan hukum antara girl group NewJeans dan agensi mereka, ADOR, masih belum menemukan titik terang. Mediasi kedua yang digelar di Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada Kamis (11/9) kembali berakhir tanpa kesepakatan. Hal ini menandai kegagalan mediasi untuk kedua kalinya, setelah pertemuan serupa pada 14 Agustus lalu juga menemui jalan buntu.
“Baca Juga: Nikita Mirzani Joget Velocity di Sidang, Hakim Bereaksi”
Mediasi ini terkait gugatan yang diajukan oleh ADOR untuk mengonfirmasi keabsahan kontrak eksklusif dengan kelima anggota NewJeans: Minji, Hanni, Danielle, Haerin, dan Hyein. Karena mediasi tidak berhasil, pengadilan akan melanjutkan ke tahap putusan, yang dijadwalkan pada 30 Oktober 2025.
Perseteruan Kontrak Berlanjut ke Meja Hijau, Putusan Pengadilan Dijadwalkan Akhir Oktober
Masalah ini bermula sejak November 2024, saat NewJeans mengklaim ADOR telah melanggar isi kontrak dan menyatakan keinginan untuk bekerja secara independen. Sebagai respons, ADOR menggugat kelima anggota dengan dalih bahwa kontrak mereka masih sah dan mengikat secara hukum.
Awal tahun ini, pengadilan sempat mengabulkan sebagian permohonan ADOR melalui penetapan sementara (injunction). Putusan tersebut mencegah para anggota melakukan aktivitas independen hingga ada keputusan hukum final. Padahal, pada Februari 2025, NewJeans sempat muncul dengan nama baru, NJZ, dan melakukan kegiatan tanpa afiliasi langsung dengan ADOR.
Gugatan ADOR Fokus pada Keabsahan Kontrak dan Investasi 21 Miliar Won dari HYBE
Dalam dokumen gugatannya, ADOR menegaskan bahwa kontrak eksklusif dengan NewJeans dibangun atas dasar kepercayaan dan profesionalisme. ADOR juga menyoroti investasi besar yang sudah dilakukan oleh perusahaan induknya, HYBE, sebesar 21 miliar won untuk mendukung karier NewJeans.
“Tidak ada dasar hukum untuk pemutusan kontrak. Hubungan ini dibangun atas kepercayaan yang seharusnya dijaga,” ujar perwakilan ADOR seperti dikutip dari Korea JoongAng Daily.
Mereka juga mengklaim bahwa semua perhitungan pendapatan telah dilakukan secara transparan dan profesional, sesuai dengan standar industri hiburan Korea Selatan.
NewJeans Tolak Kepemimpinan Baru ADOR, Sebut Hubungan Sudah Kehilangan Kepercayaan
Di sisi lain, kubu NewJeans memandang bahwa ADOR saat ini sudah tidak lagi mewakili nilai yang sama seperti saat kontrak awal ditandatangani. Setelah dicopotnya Min Hee Jin dari posisi CEO, eksekutif HYBE kini mengambil alih kendali ADOR sepenuhnya.
“ADOR yang mereka percaya dan andalkan dulu sudah tidak ada lagi. Perusahaan ini kini ibarat ponsel yang diganti kartu SIM-nya,” ujar kuasa hukum NewJeans dalam pernyataannya. Mereka menilai perubahan kepemimpinan ini telah mengubah sifat dan arah manajemen ADOR secara fundamental.
“Baca Juga: Windows AI Labs Hadir, Bawa Inovasi AI Baru ke Windows 11″
Peluang Rekonsiliasi Masih Terbuka Jika ADOR Kembali ke Nilai Awal
Meski hubungan terlihat memburuk, pihak NewJeans menyatakan bahwa kemungkinan rekonsiliasi belum sepenuhnya tertutup. Jika ADOR bisa kembali menunjukkan kepemimpinan dan nilai-nilai yang dulu dipercaya oleh para anggota, mereka siap mempertimbangkan untuk kembali, bahkan tanpa diminta.
“Jika ADOR kembali menjadi agensi yang dulu mereka percayai, para anggota tidak akan ragu untuk kembali,” tegas kuasa hukum NewJeans.
Putusan pengadilan pada 30 Oktober mendatang akan menjadi titik balik penting bagi masa depan grup ini. Di tengah sorotan publik yang tinggi, kasus ini juga memberi gambaran tentang kerumitan kontrak dalam industri K-pop dan pentingnya transparansi serta komunikasi dalam hubungan antara artis dan agensi.




Leave a Reply