Alko Magazine – LEGO 2K Drive resmi dihapus dari toko digital setelah masa lisensinya berakhir. Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh 2K Games selaku publisher melalui pembaruan halaman Steam game tersebut. Penghapusan mulai berlaku sejak 19 Mei 2026 dan membuat game itu tidak lagi tersedia untuk dibeli secara digital.
Kabar ini mengejutkan banyak pemain karena LEGO 2K Drive masih tergolong game yang relatif baru. Game balapan open world itu pertama kali dirilis pada 19 Mei 2023 dan sempat mendapat perhatian besar berkat kerja sama antara merek LEGO dan 2K Games.
Dalam pengumuman resminya, 2K Games juga memastikan bahwa dukungan online untuk game tersebut akan segera berakhir. Seluruh server multiplayer LEGO 2K Drive dijadwalkan ditutup pada 31 Mei 2027. Setelah tanggal itu, semua fitur yang membutuhkan koneksi online tidak lagi dapat digunakan.
“Baca Juga: Warhorse Umumkan RPG Middle-earth dan Kingdom Come”
Keputusan ini kembali memunculkan diskusi mengenai umur game digital modern. Banyak pemain menilai game digital saat ini terlalu bergantung pada lisensi dan infrastruktur server. Ketika kontrak bisnis berakhir, akses terhadap berbagai fitur game ikut menghilang.
Kasus LEGO 2K Drive menjadi contoh terbaru bagaimana game berkualitas tetap bisa hilang dari pasar digital. Situasi tersebut terjadi meski komunitas pemain masih aktif dan game masih memiliki basis penggemar yang loyal.
Penutupan Server Akhiri Fitur Multiplayer Game
Selain delisting dari toko digital, 2K Games juga mengumumkan penghentian layanan online LEGO 2K Drive. Informasi itu dilaporkan melalui pembaruan resmi yang kemudian dibahas oleh komunitas ResetEra.
Mulai 31 Mei 2027, seluruh server multiplayer akan dihentikan secara permanen. Akibatnya, semua fitur berbasis online tidak lagi dapat diakses oleh pemain. Mode multiplayer, koneksi komunitas, dan fitur online lainnya akan berhenti beroperasi sepenuhnya.
Meski begitu, mode single player kemungkinan masih tetap dapat dimainkan secara offline. Namun pengalaman bermain yang sebelumnya mengandalkan interaksi online tentu akan berubah drastis setelah server ditutup.
Banyak pemain menyayangkan keputusan tersebut karena LEGO 2K Drive dikenal memiliki konsep multiplayer yang cukup menarik. Game itu menawarkan balapan santai dengan nuansa humor khas LEGO dan dunia open world yang ramah untuk berbagai kalangan pemain.
Sistem kustomisasi kendaraan juga menjadi salah satu daya tarik utamanya. Pemain dapat merancang kendaraan dengan berbagai bentuk dan komponen unik sesuai kreativitas masing-masing. Fitur tersebut sempat menjadi alasan utama banyak gamer tertarik mencoba game ini.
Namun seperti beberapa game lain dari 2K Games, LEGO 2K Drive juga pernah menuai kritik. Sebagian pemain menyoroti keberadaan microtransaction dan sejumlah masalah teknis pada masa awal peluncuran game.
Masa Lisensi Diduga Jadi Penyebab Utama Delisting
Tanggal penghapusan LEGO 2K Drive dinilai memiliki makna yang cukup simbolis. Game tersebut dihapus tepat tiga tahun setelah pertama kali dirilis secara resmi pada 19 Mei 2023.
Banyak pengamat industri menduga keputusan ini berkaitan langsung dengan berakhirnya lisensi penggunaan merek LEGO. Dalam industri game modern, kerja sama lisensi memang memiliki batas waktu tertentu yang diatur melalui kontrak bisnis.
Ketika masa lisensi selesai, publisher sering kali kehilangan hak untuk menjual game tersebut. Situasi itu menyebabkan game harus dihapus dari toko digital meski masih memiliki komunitas aktif.
Kasus seperti ini sebenarnya bukan hal baru di industri game. Beberapa game berbasis franchise terkenal sebelumnya juga pernah mengalami delisting setelah lisensi berakhir. Kondisi tersebut sering memicu kekhawatiran terkait preservasi game digital dalam jangka panjang.
Banyak pemain merasa sistem distribusi digital modern masih memiliki kelemahan besar. Berbeda dengan media fisik, akses game digital sepenuhnya bergantung pada keputusan publisher dan pemegang lisensi.
Karena itu, sejumlah gamer mulai mempertanyakan konsep kepemilikan digital. Mereka menilai pembelian game digital tidak benar-benar menjamin akses permanen terhadap produk yang sudah dibayar.
Visual Concepts Hadapi Situasi Sulit di Tengah Kesuksesan
Penghapusan LEGO 2K Drive juga terasa pahit karena terjadi tidak lama setelah Visual Concepts melakukan PHK massal. Studio tersebut dikenal sebagai developer di balik berbagai game olahraga populer milik 2K Games.
Situasi ini memunculkan banyak pertanyaan dari komunitas gamer. Sebab beberapa game garapan Visual Concepts masih menunjukkan performa penjualan yang sangat kuat di pasar global.
NBA 2K26 dan WWE 2K26 misalnya, masih menjadi franchise olahraga yang cukup sukses secara komersial. Namun kondisi industri game modern membuat efisiensi dan restrukturisasi tetap terjadi meski perusahaan memiliki produk populer.
Bagi sebagian pemain, LEGO 2K Drive sebenarnya dianggap sebagai proyek yang cukup solid. Game tersebut berhasil menghadirkan pengalaman balapan kasual dengan pendekatan ringan dan penuh warna.
Visual Concepts juga mendapat pujian karena mampu memadukan elemen open world dengan gaya visual khas LEGO. Pendekatan itu membuat game terasa berbeda dibanding game balapan arcade lainnya.
Meski tidak sempurna, banyak pemain menilai LEGO 2K Drive memiliki potensi jangka panjang jika dukungan kontennya terus berlanjut. Sayangnya, keterbatasan lisensi dan layanan online membuat umur game tersebut akhirnya terhenti lebih cepat.
“Baca Juga: Gemini Omni Jadi AI Multimodal Baru Google”
Delisting Game Digital Kembali Jadi Sorotan Industri
Kasus LEGO 2K Drive kembali memperkuat perdebatan mengenai masa depan kepemilikan game digital. Banyak pemain mulai menyadari bahwa akses terhadap game modern sangat bergantung pada publisher dan pemilik lisensi.
Situasi ini juga berkaitan dengan munculnya gerakan Stop Killing Games. Gerakan tersebut mendorong hadirnya perlindungan regulasi terhadap hak konsumen dalam pembelian game digital.
Para pendukung gerakan itu menilai publisher seharusnya menyediakan solusi ketika layanan online dihentikan. Salah satu tuntutan yang sering disuarakan adalah kehadiran mode offline permanen agar game tetap dapat dimainkan.
Saat ini, regulasi mengenai kepemilikan game digital memang masih sangat terbatas. Sebagian besar hak sepenuhnya berada di tangan publisher dan pemegang lisensi.
Kasus LEGO 2K Drive menjadi pengingat penting bagi industri game dan konsumen digital. Meski teknologi distribusi semakin modern, akses terhadap game tetap bisa hilang ketika dukungan bisnis dan lisensi berakhir.




Leave a Reply