Alko Magazine – Amerika Serikat tengah menghadapi kemungkinan pelarangan penjualan beberapa model iPhone, termasuk iPhone 15 dan seri iPhone 16. Ancaman ini bukan berasal dari kebijakan pemerintah atau masalah keamanan perangkat, melainkan dari konflik dagang antara dua pemasok layar OLED terbesar Apple: Samsung Display dan BOE asal Tiongkok.
“Baca Juga: Indonesia Setujui Transfer Data ke AS dengan Pengawasan Ketat dan Aturan Jelas”
Samsung Display menuduh BOE telah mencuri teknologi layar OLED miliknya. Dugaan pencurian ini dibawa ke Komisi Perdagangan Internasional Amerika Serikat (ITC). Jika pelarangan impor benar-benar diberlakukan, maka iPhone yang menggunakan panel dari BOE bisa terdampak langsung dan dilarang beredar di pasar AS.
Samsung Tuduh BOE Jiplak Teknologi OLED, ITC Putuskan Sementara
Samsung Display menyatakan bahwa teknologi OLED mereka telah disalahgunakan oleh BOE untuk kepentingan komersial. Gugatan yang diajukan ke ITC ini telah diproses sejak awal tahun 2024. Dalam laporan terbaru dari ET News, ITC mengeluarkan putusan awal pada Juli 2025 yang memenangkan Samsung Display.
Putusan tersebut menyatakan BOE bersalah atas pelanggaran rahasia dagang dan merekomendasikan pelarangan impor panel OLED buatan BOE ke wilayah Amerika Serikat. Jika keputusan ini dikukuhkan dalam putusan final pada November 2025, maka iPhone model non-Pro yang memakai layar dari BOE bisa terkena imbas. Model-model tersebut terutama ditujukan untuk pasar massal di AS.
Apple Tegaskan iPhone Masih Aman dan Dijual Seperti Biasa
Menanggapi kekhawatiran publik, Apple segera merilis pernyataan resmi. Apple menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam gugatan antara Samsung Display dan BOE. Perusahaan juga memastikan bahwa seluruh model iPhone, termasuk iPhone 15, tetap tersedia dan dijual secara normal di pasar Amerika Serikat.
Apple menambahkan bahwa sebagian besar unit iPhone untuk pasar global menggunakan layar buatan Samsung Display dan LG Display. Sementara itu, penggunaan layar BOE terbatas untuk model iPhone non-Pro yang dijual di Tiongkok. Oleh karena itu, dampak dari larangan ini terhadap distribusi iPhone di AS dinilai masih terbatas.
BOE Jadi Opsi Murah untuk Apple, Tapi Kini Terjerat Masalah Hukum
BOE adalah salah satu produsen OLED terbesar di Tiongkok dan telah menjadi alternatif hemat biaya bagi Apple sejak 2021. Apple mulai menggandeng BOE untuk memangkas biaya produksi, khususnya untuk model iPhone kelas menengah yang tidak menggunakan panel premium.
Jika larangan impor diberlakukan, Apple kemungkinan harus menyesuaikan strategi produksinya. Pasokan layar untuk iPhone 16, yang dijadwalkan rilis global akhir 2025, bisa terganggu. Sementara itu, laporan industri juga menyebut bahwa BOE akan menyuplai layar untuk iPhone 17 Pro di pasar Tiongkok. Artinya, dampak larangan lebih terasa di pasar Amerika dan tidak berlaku secara global.
“Baca Juga: Mercedes-Benz Luncurkan AMG CLE 53 Cabriolet”
Putusan Final ITC pada November 2025 Bisa Ubah Jalur Distribusi iPhone
Keputusan final dari ITC dijadwalkan keluar pada November 2025. Hingga saat itu, iPhone masih tersedia di pasar AS tanpa hambatan hukum. Namun, kasus ini menunjukkan rapuhnya rantai pasok di industri teknologi. Konflik antara dua vendor layar saja sudah cukup untuk memicu efek berantai pada produsen besar seperti Apple.
Jika larangan diterapkan, Apple mungkin harus mengalihkan lebih banyak pesanan ke Samsung atau LG untuk memastikan ketersediaan pasokan. Langkah ini bisa memengaruhi biaya produksi dan bahkan berdampak pada harga jual perangkat ke konsumen. Sementara itu, konsumen disarankan mengikuti perkembangan ini karena bisa memengaruhi ketersediaan model tertentu menjelang peluncuran resmi iPhone 16.




Leave a Reply