Alko Magazine – Ubisoft disebut kembali memperluas pengembangan seri Far Cry setelah melakukan perombakan besar dalam struktur internalnya. Perusahaan tersebut sebelumnya menghadapi periode penuh tantangan dalam pengembangan sejumlah proyek. Namun, keberhasilan Assassin’s Creed Black Flag Resynced disebut memberikan dorongan bagi Ubisoft. Kondisi tersebut tampaknya membuat perusahaan kembali berani mengembangkan proyek berskala besar. Salah satu proyek terbaru yang mulai memasuki tahap pengembangan adalah game Far Cry dengan kode nama Kodiak. Informasi tersebut berasal dari laporan eksklusif Insider Gaming mengenai perkembangan proyek terbaru Ubisoft.
“Baca Juga: Remaster Wolfenstein (2009) Disebut Rilis Bulan Depan”
Menurut laporan tersebut, Kodiak telah melewati tahap konsep pada awal Juli. Setelah melewati tahap tersebut, proyek kini memasuki fase pengembangan. Game ini disebut mengusung format open-world first-person shooter dalam dunia Far Cry. Interaksi pemain menjadi salah satu elemen utama dalam rancangan permainan tersebut. Cerita juga disebut akan menyesuaikan dengan aktivitas dan pilihan yang dilakukan pemain. Pendekatan tersebut menunjukkan Ubisoft ingin memberikan pengalaman yang lebih dinamis dalam seri Far Cry. Namun, detail mengenai karakter, lokasi, cerita, dan mekanisme permainan belum diketahui. Ubisoft juga belum memberikan pengumuman resmi mengenai proyek dengan kode nama Kodiak tersebut. Karena itu, informasi mengenai game ini masih berasal dari laporan dan sumber industri.
Kodiak Mengembangkan Konsep Far Cry Berbasis Interaksi Pemain
Project Kodiak disebut memiliki konsep open-world FPS yang menempatkan interaksi pemain sebagai elemen penting. Pemain nantinya diperkirakan memiliki pengaruh lebih besar terhadap perjalanan cerita. Informasi tersebut membedakan Kodiak dari beberapa pendekatan tradisional dalam seri Far Cry. Game ini dikembangkan menggunakan fondasi teknologi dan konsep dari Project Maverick. Ubisoft sebelumnya mengembangkan Maverick sebagai proyek multiplayer dengan konsep extraction shooter. Namun, perusahaan akhirnya membatalkan proyek tersebut sebelum mencapai tahap perilisan.
Kodiak kemudian memanfaatkan sebagian pondasi yang telah tersedia dari proyek sebelumnya. Meski demikian, Ubisoft disebut mengubah arah gameplay secara signifikan. Unsur extraction shooter yang menjadi bagian penting Project Maverick tidak digunakan dalam Kodiak. Perubahan tersebut menunjukkan adanya evaluasi terhadap konsep multiplayer yang sebelumnya dikembangkan Ubisoft. Kodiak justru diarahkan menjadi pengalaman open-world FPS dengan fokus pada interaksi pemain. Elemen tersebut dapat memberikan ruang lebih besar untuk eksplorasi dan perkembangan cerita. Namun, belum ada informasi mengenai apakah game ini akan memiliki fitur multiplayer. Ubisoft juga belum mengungkap platform yang akan digunakan Kodiak saat dirilis. Status pengembangan yang masih berada pada tahap awal membuat banyak detail belum dapat dipastikan.
Project Kodiak Disebut Sebagai Proyek Far Cry Ambisius
Sumber yang berbicara mengenai proyek tersebut menggambarkan Kodiak sebagai game yang sangat ambisius. Pernyataan tersebut memberikan gambaran mengenai skala pengembangan yang sedang disiapkan Ubisoft. Namun, ambisi tersebut juga berarti game kemungkinan membutuhkan waktu panjang sebelum selesai. Laporan Insider Gaming menyebut Kodiak masih membutuhkan beberapa tahun sebelum mencapai tahap perilisan. Artinya, pemain belum dapat mengharapkan kehadiran game tersebut dalam waktu dekat. Ubisoft juga berpeluang mengubah berbagai elemen selama proses pengembangan berlangsung. Perubahan konsep merupakan hal yang cukup umum terjadi pada proyek game berskala besar. Terlebih lagi, Kodiak menggunakan sebagian pondasi dari proyek Ubisoft yang sebelumnya telah dibatalkan.
Pengembang kemungkinan akan terus menyesuaikan mekanisme permainan berdasarkan target akhir proyek. Informasi mengenai tanggal rilis, platform, karakter, serta dunia permainan juga belum tersedia. Ubisoft belum mengumumkan Kodiak secara resmi kepada publik. Karena itu, detail yang beredar saat ini masih perlu dipahami sebagai laporan awal. Meski begitu, keberadaan proyek tersebut menunjukkan Ubisoft masih memiliki rencana besar untuk franchise Far Cry. Pengembangan Kodiak juga dapat menjadi bagian dari strategi Ubisoft memperluas pendekatan dalam seri tersebut.
Project Blackbird Mulai Melanjutkan Pengembangan Far Cry Utama
Selain Kodiak, Ubisoft juga disebut kembali menjalankan pengembangan Project Blackbird. Proyek tersebut dikenal sebagai game utama Far Cry berikutnya setelah beberapa kali mengalami kendala. Pengembangan Blackbird sebelumnya dilaporkan menghadapi berbagai hambatan internal. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan proyek mengalami beberapa kali penundaan. Kini, proyek tersebut disebut telah kembali berjalan dalam proses pengembangan. Blackbird menjadi proyek penting karena diposisikan sebagai seri utama Far Cry berikutnya.
Informasi terbaru juga menyebut game tersebut akan menghadirkan elemen multiplayer. Fitur tersebut memungkinkan lebih dari satu pemain bermain bersama dalam pengalaman yang sama. Kehadiran multiplayer dapat memperluas formula Far Cry yang selama ini berfokus pada pengalaman pemain tunggal. Namun, detail mengenai bentuk multiplayer dalam Blackbird belum diketahui secara lengkap. Ubisoft juga belum menjelaskan jumlah pemain atau mode permainan yang akan tersedia. Karena pengembangan masih berlangsung, fitur tersebut masih berpotensi mengalami perubahan. Keberadaan Blackbird bersama Kodiak menunjukkan Ubisoft sedang menyiapkan beberapa arah baru untuk franchise tersebut. Kedua proyek tersebut juga memiliki pendekatan berbeda terhadap pengalaman bermain Far Cry.
“Baca Juga: Sony Jamin Pasokan Chip PlayStation di Tengah Krisis”
Ubisoft Menyiapkan Arah Baru untuk Masa Depan Far Cry
Pengembangan Kodiak dan Blackbird menunjukkan Ubisoft memiliki ambisi besar terhadap masa depan Far Cry. Kodiak mengarah pada pengalaman open-world FPS dengan interaksi pemain sebagai elemen penting. Sementara itu, Blackbird disebut membawa fitur multiplayer ke dalam seri utama berikutnya. Perbedaan tersebut memperlihatkan upaya Ubisoft memperluas formula yang sudah dikenal pemain. Strategi tersebut juga dapat memberikan variasi pengalaman dalam satu franchise yang sama. Charlie Guillemot, Co-CEO Vantage Studios, turut memberikan pandangan mengenai konsep multiplayer tersebut.
Menurut laporan yang beredar, Guillemot menilai proyek Blackbird sebagai proyek yang sangat bagus. Ia juga menyebut perusahaan dapat mengembangkan lebih banyak game dengan konsep serupa. Namun, rencana tersebut bergantung pada keberhasilan Blackbird setelah dirilis. Pernyataan tersebut menunjukkan hasil akhir Blackbird dapat memengaruhi strategi pengembangan Ubisoft berikutnya. Untuk saat ini, kedua proyek tersebut masih membutuhkan waktu panjang sebelum dapat dinikmati pemain. Kodiak bahkan diperkirakan masih beberapa tahun dari jadwal peluncurannya. Sementara itu, Blackbird masih melanjutkan proses pengembangan setelah mengalami sejumlah penundaan. Ubisoft belum mengungkap jadwal rilis resmi untuk kedua proyek tersebut. Perkembangan selanjutnya akan menentukan apakah strategi baru tersebut mampu memperkuat kembali seri Far Cry.




Leave a Reply