FromSoftware Tolak Proposal Bloodborne Remake Bluepoint

FromSoftware Tolak Proposal Bloodborne Remake Bluepoint

Alko Magazine  Sony PlayStation resmi menutup Bluepoint Games, studio internal yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai spesialis remake, remaster, dan port game klasik. Penutupan ini sekaligus mengakhiri kiprah salah satu studio yang berperan penting dalam menghadirkan ulang judul legendaris ke generasi konsol modern. Keputusan tersebut juga berdampak besar pada ekspektasi komunitas gamer, terutama penggemar Bloodborne yang lama menantikan versi remake, remaster, atau port di luar PlayStation 4.

“Baca Juga: Rilis Hogwarts Legacy 2 Bisa Tercapai 2027–2028″

Bluepoint Games memiliki reputasi kuat berkat proyek-proyek seperti Shadow of the Colossus Remake dan Demon’s Souls Remake. Studio ini kerap dipercaya untuk mengerjakan ulang game ikonik dengan peningkatan visual dan teknis signifikan. Oleh karena itu, penutupan Bluepoint langsung memunculkan kekecewaan luas. Banyak pemain menilai keputusan ini sebagai sinyal berakhirnya peluang untuk melihat Bloodborne kembali hadir dalam versi yang lebih modern.

Penutupan Bluepoint Games Mengakhiri Harapan Bloodborne Modern

Kabar penutupan Bluepoint Games secara langsung memupus harapan komunitas terhadap Bloodborne versi terbaru. Selama bertahun-tahun, Bloodborne kerap disebut sebagai salah satu game eksklusif PlayStation paling dicintai. Namun, hingga kini game tersebut hanya tersedia di PS4 tanpa peningkatan signifikan untuk PS5 atau platform lain. Bluepoint sebelumnya dianggap kandidat paling ideal untuk menangani proyek tersebut.

Dengan rekam jejak mereka, banyak gamer meyakini Bluepoint mampu menghadirkan Bloodborne Remake dengan kualitas tinggi. Penutupan studio ini menandai berakhirnya kemungkinan tersebut, setidaknya dalam waktu dekat. Situasi ini semakin memperkuat kesan bahwa Sony belum memiliki rencana konkret untuk membawa Bloodborne ke generasi terbaru.

Laporan Bloomberg Ungkap Usulan Bloodborne Remake

Laporan terbaru dari Bloomberg mengungkap fakta penting di balik layar keputusan tersebut. Dalam laporan itu dijelaskan bahwa Bluepoint Games sebenarnya sempat mengajukan ide untuk mengerjakan Bloodborne Remake. Usulan tersebut muncul sebelum studio akhirnya ditutup oleh Sony. Informasi ini mengonfirmasi bahwa keinginan untuk menghidupkan kembali Bloodborne memang pernah ada di internal PlayStation.

Menurut laporan yang sama, pihak Sony disebut tertarik dengan ide tersebut dan bahkan siap memberikan dukungan. Hal ini menunjukkan bahwa dari sisi penerbit, proyek Bloodborne Remake tidak sepenuhnya tertutup. Namun, dukungan Sony ternyata belum cukup untuk merealisasikan proyek tersebut.

Penolakan FromSoftware Jadi Faktor Penentu

Hambatan utama datang dari FromSoftware selaku pengembang asli Bloodborne. Berdasarkan laporan Bloomberg, FromSoftware tidak menginginkan proyek remake tersebut dilanjutkan. Penolakan ini menjadi faktor penentu yang membuat rencana Bluepoint tidak pernah terwujud. Dalam industri game, persetujuan pengembang asli sering kali menjadi elemen krusial, terutama untuk proyek remake besar.

Laporan tersebut juga menyinggung wawancara Kinda Funny dengan Shuhei Yoshida, mantan petinggi PlayStation. Yoshida berteori bahwa Hidetaka Miyazaki, sutradara Bloodborne, mungkin ingin mengerjakan versi remake-nya sendiri. Namun, keinginan tersebut belum dapat diwujudkan karena kesibukan Miyazaki dengan proyek lain. Ia juga disebut tidak ingin ada pihak lain yang mengubah karya yang memiliki nilai artistik tinggi baginya.

Fokus Miyazaki pada Proyek Lain dan Dampaknya

Saat ini, Hidetaka Miyazaki tengah memimpin pengembangan game eksklusif Nintendo Switch 2 berjudul The Duskbloods. Game tersebut memiliki nuansa horor gotik yang mengingatkan banyak orang pada Bloodborne. Keterlibatan Miyazaki dalam proyek besar ini membuat peluang pengerjaan remake Bloodborne semakin kecil dalam waktu dekat.

Kondisi ini memperjelas alasan penolakan FromSoftware. Dari sudut pandang kreatif, Miyazaki kemungkinan ingin menjaga kendali penuh atas IP tersebut. Selama ia belum memiliki waktu atau minat untuk mengerjakan ulang Bloodborne, proyek remake oleh studio lain dianggap berisiko terhadap visi aslinya.

“Baca Juga: Tencent Hentikan Pendanaan Highguard Setelah Peluncuran”

Proyek Lain Bluepoint yang Juga Ditolak Sony

Selain Bloodborne Remake, laporan Bloomberg juga mengungkap beberapa proyek lain yang sempat diajukan Bluepoint ke Sony. Usulan tersebut muncul setelah proyek game live-service God of War yang dikerjakan Bluepoint dibatalkan. Salah satu ide yang diajukan adalah versi PlayStation 5 untuk Shadow of the Colossus. Bluepoint juga menawarkan konsep spin-off untuk Ghost of Tsushima.

Sayangnya, kedua proposal tersebut tidak mendapatkan persetujuan dari Sony. Penolakan beruntun ini membuat posisi Bluepoint semakin sulit dipertahankan. Tanpa proyek besar yang disetujui, keberlanjutan studio menjadi tanda tanya. Pada akhirnya, Sony memilih menutup Bluepoint Games sepenuhnya.

Penutupan ini menandai akhir perjalanan studio yang berkontribusi besar dalam melestarikan game klasik PlayStation. Bagi penggemar Bloodborne, informasi ini menjadi penegasan bahwa versi remake atau remaster masih belum akan terwujud. Selama FromSoftware belum berubah sikap atau Miyazaki belum siap kembali ke dunia Bloodborne, masa depan game tersebut tampaknya masih akan bertahan di masa lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *