Alko Magazine – Shokz kembali memperluas lini perangkat audio open-ear mereka dengan meluncurkan dua produk baru sekaligus. Perusahaan memperkenalkan OpenDots 2 sebagai model flagship terbaru dan OpenDots Air sebagai alternatif yang lebih terjangkau.
Kedua perangkat tersebut mengusung desain clip open-ear yang menjadi ciri khas seri OpenDots. Desain ini memungkinkan pengguna tetap mendengarkan suara di sekitar tanpa menutup saluran telinga sepenuhnya.
“Baca Juga: NVIDIA Tunda Kehadiran RTX Spark untuk Handheld”
Peluncuran generasi terbaru OpenDots menunjukkan semakin besarnya minat pasar terhadap perangkat audio open-ear. Segmen ini terus berkembang karena menawarkan kenyamanan lebih untuk aktivitas harian, olahraga, hingga penggunaan jangka panjang.
Meski berada dalam keluarga produk yang sama, OpenDots 2 dan OpenDots Air menyasar kebutuhan pengguna yang berbeda. Berfokus pada fitur premium, sedangkan OpenDots Air mengedepankan harga yang lebih kompetitif dan desain ringan.
OpenDots 2 Hadir dengan Peningkatan Audio dan Teknologi Baru
OpenDots 2 menjadi model paling unggul dalam jajaran terbaru Shokz. Perangkat ini membawa sejumlah peningkatan yang berfokus pada kualitas audio dan pengalaman penggunaan sehari-hari.
Shokz membekali OpenDots 2 dengan driver spherical berukuran 11,8 mm. Perusahaan mengklaim kemampuan outputnya setara dengan driver 16 mm yang lebih besar.
Peningkatan lain hadir melalui teknologi Bassphere 2.0. Teknologi ini dirancang untuk menghasilkan bass yang lebih kuat dan mendalam. Kemampuan tersebut menjadi perhatian penting karena performa bass sering menjadi tantangan pada perangkat open-ear.
Shokz juga menghadirkan fitur MirrorPitch untuk mengurangi kebocoran suara. Dengan fitur tersebut, audio dapat tetap terdengar jelas bagi pengguna tanpa mudah terdengar oleh orang di sekitar.
Selain kualitas musik, perusahaan turut meningkatkan kualitas panggilan suara. OpenDots 2 kini menggunakan mikrofon bone conduction yang dipadukan dengan teknologi kecerdasan buatan.
Kombinasi tersebut membantu sistem mengenali suara pengguna dengan lebih akurat. Hasilnya, kebisingan latar belakang dapat dikurangi secara lebih efektif selama panggilan telepon berlangsung.
Daya Tahan Baterai dan Fitur Premium OpenDots 2
Selain peningkatan audio, OpenDots 2 juga menawarkan daya tahan baterai yang lebih panjang. Shokz mengklaim earbuds dapat digunakan hingga 10 jam dalam satu kali pengisian daya.
Ketika dipadukan dengan charging case, total waktu penggunaan dapat mencapai hingga 40 jam. Angka tersebut membuat perangkat ini cocok untuk penggunaan harian maupun perjalanan panjang.
Charging case OpenDots 2 turut mendukung wireless charging. Kehadiran fitur ini memberikan kemudahan tambahan bagi pengguna yang telah memiliki ekosistem pengisian daya nirkabel.
Dari sisi desain, OpenDots 2 tetap mempertahankan bentuk clip open-ear yang menjadi identitas produknya. Pendekatan tersebut memungkinkan perangkat tetap nyaman digunakan dalam berbagai aktivitas.
Untuk pilihan warna, Shokz menyediakan tiga opsi berbeda. Konsumen dapat memilih varian black, gray, atau pearl white sesuai preferensi masing-masing.
Di pasar global, OpenDots 2 dipasarkan dengan harga USD 200 atau sekitar Rp3,6 jutaan. Posisi harga tersebut menempatkannya sebagai produk premium dalam lini audio open-ear Shokz.
OpenDots Air Tawarkan Bobot Lebih Ringan dan Harga Terjangkau
Bersamaan dengan OpenDots 2, Shokz juga meluncurkan OpenDots Air. Model ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan pengalaman open-ear dengan harga lebih rendah.
Salah satu keunggulan utama OpenDots Air adalah bobotnya yang ringan. Masing-masing earbuds hanya memiliki berat sekitar 6,3 gram.
Desain OpenDots Air juga terlihat lebih ramping dibandingkan OpenDots 2. Bentuk yang lebih sederhana membuat perangkat ini berpotensi memberikan kenyamanan lebih saat digunakan dalam waktu lama.
Meski lebih terjangkau, OpenDots Air tetap menggunakan driver berukuran 11,8 mm. Namun, perangkat ini masih mengandalkan teknologi Bassphere 1.0 yang merupakan generasi sebelumnya.
Karena menggunakan teknologi yang lebih lama, performa bass OpenDots Air diperkirakan tidak seagresif model flagship. Meski begitu, perangkat ini tetap menawarkan kualitas audio yang kompetitif di kelasnya.
Shokz menyediakan dua pilihan warna untuk OpenDots Air, yaitu black dan purple. Pilihan tersebut memberikan variasi bagi pengguna yang menginginkan tampilan lebih personal.
“Baca Juga: Iran Ancam Blokade Selat Hormuz Usai Setop Negosiasi”
Perbedaan Fitur dan Harga Jadi Pembeda Utama Kedua Model
Perbedaan terbesar antara kedua perangkat terletak pada fitur premium yang ditawarkan. OpenDots 2 hadir dengan teknologi audio yang lebih baru serta dukungan fitur tambahan yang lebih lengkap.
OpenDots Air tidak menghadirkan dukungan Dolby Atmos yang tersedia pada model lebih tinggi. Selain itu, perangkat ini juga tidak mendukung wireless charging untuk charging case-nya.
Dari sisi baterai, OpenDots Air menawarkan daya tahan yang sedikit lebih rendah. Earbuds dapat digunakan hingga 9 jam dalam sekali pengisian daya.
Ketika dipadukan dengan charging case, total waktu penggunaan mencapai hingga 36 jam. Meski lebih rendah dibanding OpenDots 2, angka tersebut masih tergolong kompetitif untuk kategori TWS open-ear.
Perbedaan spesifikasi tersebut berpengaruh langsung terhadap harga jual masing-masing produk. OpenDots Air dipasarkan dengan harga USD 129 atau sekitar Rp2,3 jutaan.
Dengan peluncuran OpenDots 2 dan OpenDots Air, Shokz kini menawarkan pilihan yang lebih luas bagi pengguna perangkat audio open-ear. Konsumen dapat memilih model premium dengan fitur lengkap atau alternatif yang lebih ringan dan terjangkau sesuai kebutuhan mereka.




Leave a Reply