Alko Magazine – Fujitsu resmi memulai pengembangan komputer kuantum superkonduktor dengan kapasitas melebihi 10.000 qubit. Perusahaan asal Jepang ini menargetkan proyek ambisius tersebut selesai pada tahun 2030. Dengan kapasitas besar ini, Fujitsu ingin menghadirkan teknologi komputasi kuantum yang lebih praktis dan siap digunakan di berbagai bidang. Terutama untuk simulasi ilmiah dan penelitian material kompleks yang sulit diselesaikan oleh komputer konvensional.
“Baca Juga: Xiaomi Rilis Mesin Cuci Canggih, Hadir di Indonesia 8 Agustus”
Arsitektur STAR Jadi Kunci Komputer Kuantum Baru Fujitsu
Komputer kuantum baru Fujitsu menggunakan arsitektur STAR. Sebuah teknologi inovatif yang memungkinkan komputer kuantum menjadi lebih tahan terhadap kesalahan (early fault-tolerant quantum computing atau early-FTQC). Mesin ini akan mulai beroperasi dengan 250 qubit logis sebagai tahap awal. Arsitektur ini mengoptimalkan kontrol dan kestabilan qubit sehingga dapat memperbesar kapasitas dan performa komputer kuantum secara bertahap. Dengan sistem kontrol yang canggih, arsitektur STAR juga membantu mengurangi tingkat error yang sering menjadi kendala utama dalam teknologi kuantum. Pendekatan ini membuka peluang pengembangan komputer kuantum yang lebih andal dan efisien di masa depan.
Fokus Fujitsu pada Simulasi Ilmu Material dan Teknologi Penskalaan
Fujitsu memfokuskan pengembangan komputer kuantumnya untuk simulasi ilmu material yang kompleks. Teknologi ini dapat membuka jalan bagi penemuan material baru dan solusi inovatif dalam berbagai bidang industri. Selain itu, perusahaan juga mengembangkan teknologi penskalaan yang menjadi faktor penting untuk memperbesar kapasitas qubit dan memperkuat kinerja komputasi di berbagai domain teknis. Dengan kemampuan simulasi yang jauh lebih akurat, komputer kuantum ini juga diharapkan mempercepat penelitian dalam bidang farmasi, kimia, dan energi terbarukan. Hal ini memungkinkan perusahaan dan institusi riset menciptakan produk dan teknologi baru yang sebelumnya sulit diwujudkan. Fujitsu pun berkomitmen mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan manfaat teknologi ini.
Fujitsu dan NEDO Bekerja Sama Dorong Komputasi Kuantum Menuju Industrialiasi
Sebagai bagian dari upaya ini, Fujitsu ditunjuk menjadi pelaksana proyek “Research and Development Project of the Enhanced Infrastructures for Post-5G Information and Communication Systems” yang diinisiasi oleh NEDO (New Energy and Industrial Technology Development Organization). Dalam proyek ini, Fujitsu bertugas mempercepat kemajuan teknologi komputasi kuantum agar dapat segera diadopsi secara industri, mendukung pengembangan infrastruktur digital pasca-5G di Jepang.
“Baca Juga: Australia Blokir YouTube untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Google Gugat Pemerintah”
Riset Lanjutan Fujitsu Integrasi Qubit Superkonduktor dan Spin Berlian
Setelah menyelesaikan pembangunan komputer kuantum 10.000 qubit, Fujitsu berencana melanjutkan riset integrasi antara qubit superkonduktor dan qubit berbasis spin berlian. Targetnya adalah menciptakan mesin dengan 1.000 qubit logis pada tahun 2035. Selain itu, perusahaan juga mengeksplorasi pengembangan sistem yang menghubungkan beberapa chip kuantum secara bersamaan untuk meningkatkan fleksibilitas dan skalabilitas komputer kuantum masa depan.




Leave a Reply