Alko Magazine – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengguncang panggung diplomasi global dengan mengumumkan penarikan Amerika Serikat dari puluhan entitas internasional. Keputusan tersebut diumumkan pada Rabu waktu setempat dan mencakup organisasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa serta sejumlah badan internasional non-PBB. Trump menilai organisasi-organisasi tersebut beroperasi tidak sejalan dengan kepentingan nasional Amerika Serikat.
“Baca Juga: ROG NeoCore Jadi Router WiFi 8 Perdana dari ASUS”
Langkah ini menjadi salah satu kebijakan luar negeri paling drastis dalam masa kepemimpinannya. Pemerintah AS menegaskan bahwa penarikan dilakukan sebagai bentuk koreksi terhadap keterlibatan multilateral yang dianggap merugikan kedaulatan, ekonomi, dan prioritas domestik Amerika Serikat.
Rincian Memo dan Daftar Organisasi yang Ditinggalkan
Dalam memo internal yang ditujukan kepada pejabat senior administrasi. Trump merinci rencana pengunduran diri dari 35 grup internasional non-PBB dan 31 entitas di bawah PBB. Memo tersebut menjadi dasar resmi kebijakan penarikan yang akan dilaksanakan secara bertahap sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Amerika Serikat.
Gedung Putih menyatakan bahwa seluruh partisipasi dan pendanaan terhadap organisasi yang ditinggalkan akan dihentikan sejauh diizinkan oleh hukum federal. Kebijakan ini mempertegas arah isolasionis yang kembali diusung Trump dalam hubungan internasional.
Amerika Serikat Mundur dari UNFCCC dan Isu Iklim Global
Salah satu keputusan paling krusial adalah penarikan diri Amerika Serikat dari UNFCCC atau U.N. Framework Convention on Climate Change. UNFCCC selama ini dikenal sebagai fondasi utama kerja sama iklim global dan induk dari Perjanjian Iklim Paris 2015.
Penarikan ini menciptakan catatan sejarah baru, karena Amerika Serikat akan menjadi negara pertama yang meninggalkan UNFCCC secara resmi. Sebelumnya, AS juga tercatat absen dalam Konferensi Tingkat Tinggi iklim tahunan PBB untuk pertama kalinya dalam tiga dekade. Presiden dan CEO Natural Resources Defense Council, Manish Bapna, menyebut keputusan ini sebagai langkah strategis yang mengorbankan posisi Amerika dalam membentuk kebijakan ekonomi dan lingkungan global.
Dampak Penarikan terhadap Isu Perempuan dan Kesehatan Dunia
Selain isu iklim, kebijakan Trump juga menyasar organisasi yang bergerak di bidang sosial dan kesehatan. Amerika Serikat dipastikan keluar dari UN Women yang fokus pada kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Langkah serupa juga berlaku untuk UNFPA yang bergerak di bidang keluarga berencana serta kesehatan ibu dan anak di lebih dari 150 negara.
Sebelumnya, Amerika Serikat telah memangkas sebagian besar pendanaan sukarela untuk berbagai badan PBB. Dengan kebijakan baru ini, pemerintah memastikan tidak hanya menghentikan pendanaan, tetapi juga menghentikan keterlibatan aktif dalam program-program yang dijalankan organisasi tersebut.
“Baca Juga: Realme Kembali di Bawah OPPO, CEO Tetap Pimpin Brand”
Sikap Skeptis Trump terhadap Multilateralisme Global
Penarikan ini mencerminkan sikap skeptis Trump yang telah lama diarahkan pada organisasi multilateral. Ia kerap mempertanyakan efektivitas, akuntabilitas, serta biaya yang harus ditanggung Amerika Serikat untuk mendukung badan internasional. Menurut Gedung Putih, banyak organisasi tersebut dianggap mempromosikan kebijakan iklim radikal, tata kelola global, dan agenda ideologis yang bertentangan dengan kepentingan nasional.
Beberapa organisasi lain yang juga masuk dalam daftar penarikan antara lain UNCTAD, International Energy Forum, UNESCO, serta World Health Organization. Kebijakan ini diperkirakan akan berdampak luas pada posisi Amerika Serikat di panggung global serta dinamika kerja sama internasional dalam beberapa tahun ke depan.




Leave a Reply